Mereka Bersalah, Tapi Itu Kawan Saya !

Dalam teori aksi, membakar ban maupun keranda adalah hal yang biasa. Selama tidak merusak fasilitas negara dan mengganggu ketertiban umum, itu its Ok.....

Seperti pada umumnya, ada satu teori dan pendapat menyebutkan bahwa, orang yang masuk Penjara adalah sekumpulan orang-orang yang bersalah dan melanggar hukum. Terlepas kesalahannya apa, mereka semua bersalah. Mungkin termasuk Bakar, yang dikurung selama 28 hari lamanya, karena menyalakan korek api. 

Pada saat aksi demonstrasi, karena berniat akan membakar ban dan keranda di depan kantor Gubernur Bangka Belitung. Adalah bagian dari orang yang anggap melakukan kesalahan. Adalah Acil, Muchlis, Levi, Edwin, Andi Sitoy, Rian, Udin, Ferdi, Tomy, Rendi dan Wendi. Mereka semua adalah orang yang melakukan kesalahan dan melanggar hukum. 

Dari sekian banyak orang yang disebut diatas, ada beragam kesalahan yang dibuat, misalnya Ferdi, Udin, dan Muchlis. Mereka masuk penjara karena kasus pengeroyokan disebuah diskotik di Pangkal Pinang. 

Levi, Edwin, Andi Sitoy, dan Rian, masuk penjara karena kasus narkoba. Terlepas mereka semua pemakai atau pengedar, secara hukum dua-duanya adalah bagian dari tindakan pidana dan melanggar hukum. 

Kemudian Tommy, Rendi dan Wendi. Mereka masuk penjara karena kasus pencurian. Seperti Rendi, Ia masuk karena maling Heandphone. Tommy, masuk karena maling galon dalam sebuah perusahaan air minum. 

Sebagai seorang supir truck disebuah perusahaan Air Minum di Pangkal Pinang.  Tommy terlibat dalam agenda penggelapan 200 galon, bersama kepala gudang dan pegawai lainnya. Namun, karena semuanya berhasil kabur, maka hanya Tommy yang tertimpah sial dan apes. 

Sementara Wendi, Ia masuk Penjara karena mencuri kotak amal Masjid. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang dikembangkan Polisi dalam Berita Acara Perkara (BAP).

Ia rupanya telah mencuri kotak amal masjid di 4 tempat. Selain itu, masih banyak lagi. Orang orang yang saat ini masih ditahan, mereka semua adalah orang-orang bersalah dan melanggar hukum.

Secara prinsip, mereka semua pasti akan terbuang sampai ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba di Selindung dan Lapas Kriminal di Tuatunu. Karena bagaimana pun, mereka semua sudah termasuk kriminal. Meski demikian, mereka semua adalah kawan dan sahabat Bakar.  

Mereka semua hadir dan ikut menguatkan Bakar, ketika Bakar terkurung selama 28 hari. Adalah Muchlis, Levi, Fedi dan Acil. Empat orang itulah yang menguatkan dan selalu memberikan semangat. Agar bagaimana Bakar tetap tegar, kuat, tabah dan bisa menerima kenyataan.

Pada akhirnya, hanya ada dua kata yang bisa terucap dalam mulut Bakar yaitu. Sabar dan kuat, kalian semua akan bebas. Karena ini hanyalah soal waktu, dan Bakar akan datang nanti, mengunjungi mereka yang sudah pasti terbuang ke Lapas.  

Kamis 04 Desember 2020. 

Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung


hajimerah

3 Blog Posting

Komentar